Majesticva merupakan sebuah blog yang menyediakan berbagai informasi dan tips yang sangat bermanfaat bagi anda yang mencari informasi

Rabu, 01 Februari 2017

Karakteristik dan Ketentuan dalam Pembuatan Kawat Bronjong Pabrikasi dan Bronjong Angkur

Tidak ada komentar :
Kawat bronjong dipasang sebagai penahan tebing-tebing tanah yang fungsinya adalah untuk menahan tanah longsor serta juga dapat dipakai pada tebing sungai dalam pelaksanaan atau pengerjaan normalisasi sungai dan juga mengatasi gerusan arus air sungai yang deras. Terbuat dari kawat PVC atau kawat galvanis yang di anyam berbentuk segi enam lalu dirangkai menjadi sebuah kotak yang memiliki volume. Fungsi dari bronjong antara lain:

-    Mencegah erosi atau tanah longsor pada waduk, bendungan atau tanggul sungai.
-    Melindungi gorong-gorong.
-    Melindungi tiang jembatan dari gerusan air sungai atau perairan lain.
-    Melindungi pantai dari gempuran gelombang air laut.
-    Sebagai pemecah gelombang air.
-    Melindungi tanah di bagian lereng pegunungan, perbukitan atau tebing-tebing.

Bronjong kawat pabrikasi haruslah terbuat dari bahan baja yang berkarbon rendah serta dilapisi galvanis tebal. Minimum kawat anyaman 0,26 kg per meter persegi dan kawat kerangka tepi harus 0,275 kg per meter persegi, kawat pengikat 0,24 kg per meter persegi. Memenuhi BS 1052/80 dan BS 443/82. Sedangkan untuk karakteristiknya antara lain:

-    Heavy Galvanized dan Lapis PVC
-    Tulangan atau kerangka tepi, garis tengah: 4, 4 mm
-    Anyaman, garis tengah: 3, 7 mm
-    Pengikat, garis tengah: 3, 0 mm
-    Kekuatan Tarikan Kawat: 41 - 51 kg/ mm2
-    Perpanjangan diameter: 12% ( maksimum)

Anyaman kawat bronjong harus merata berbentuk segi enam yang di anyam dengan 3 kali lilitan dengan bukakan lubang yang kira-kira sebesar 80x110 mm dengan batas toleransi 10% dengan daya kuat tariknya sebesar 42-50 Kn per meter. Keliling bagian tepi anyaman kawat diikat pada kerangka atau tulangan bronjong sehingga sambungan-sambungan yang diikat pada kerangka sama kuatnya seperti pada bagian badan anyaman.
Pilih Jual Batu Bata Merah Atau Batu Bata Batako?
Keranjang harus menjadi unit tunggal dengan dimensi lalu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dikirim ke lokasi lapangan kerja sebelum diisi dengan batu-batuan. Tiap bronjong kawat harus diberi diafragma atau sekat setiap jarak kurang lebih 1 meter. Sekat ini disatukan dengan cara melilitkanya dengan kawat pengikat yang ada pada bagian dasar bronjong.

Sedangkan untuk bronjong angkur, merupakan kombinasi dari sistem angkur atau tile mesh dan juga facing bronjong. Tinggi facing bronjong untuk tiap unitnya adalah 50 cm atau 1 meter. Fungsi utama dari bronjong ini adalah sebagai sistem penguat tanah karena angkur didesain untuk bisa memotong garis keruntuhan, jadi tanah akan kembali stabil serta memenuhi syarat sebagai bahan konstruksi jembatan atau jalan. Informasi tiap bagian keranjang bronjong angkur harus diberi diafragma atau sekat tiap 1 meter. Kawat pengikat yang dipakai untuk menganyam bronjong angkur, mengikat antar unit bagian bronjong angkur serta dipakai sebagai bracing pencegah menggelembung nya keranjang bronjong.

Spasi kawat pengikat tidak melebihi lebih dari 150 millimeter. Prosedur dalam menggunakan kawat pengikat adalah terdiri dari pemotongan kawat yang panjangnya secukupnya kemudian pelilitan kawat pengikat pada anyaman kawat. Mulai dengan mengikatkan dua atau satu lilitan lewat setiap lubang anyaman dan terakhir adalah dengan mengikatkan kawat pengikat pada anyaman kawat, diafragma ditempatkan dalam posisi vertikal dan diikatkan ke sisi panel dengan cara sama. Semua kawat baja yang digunakan dalam pembuatan kawat bronjong angkur haruslah sesuai dengan ketentuan BS 1052/80 dan BS 443/82 serta kekuatan tarik kawat baja adalah 41-51 kilogram per millimeter persegi.

Kawat Bronjong

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar